Sekilas Mengenai Budidaya Perikanan Tambak di Indonesia

Perkembangan akuakultur di Indonesia kian hari kian menunjukkan peningkatan. Beragam upaya terus dilakukan guna meningkatkan produktivitas perikanan tambak. Nah, khusus untuk Anda yang ingin terjun ke bidang usaha menguntungkan ini, perlu diketahui tambak dalam perikanan merupakan sebuah kolam buatan yang biasanya di tempatkan di daerah pantai.

Kolam buatan tersebut akan diisi air dan kemudian digunakan sebagai sarana membudidayakan perikanan (akuakultur). Jenis hewan yang dibudidayakan di sini ialah hewan air, terkhusus ikan, udang maupun kepiting. Penggunaan kata ‘tambak’ sendiri dikaitkan dengan penggunaan air laut atau air payau. Berbeda dari penyebutan kolam berisikan air tawar yang biasanya disebut empang.

Perlu diketahui, kondisi dasar tambak perikanan ialah suatu kondisi fisik dasar sekaligus proses yang akan terjadi dalam tambak, menyangkut kimia, fisika, biologi dan ekologi yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Semua proses tersebut akan mempengaruhi kehidupan setiap organisme yang hidup atau berkaitan langsung dengan ekosistem perikanan tambak.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang sangat mendukung kegiatan budidaya perikanan. Termasuk memiliki wilayah perairan yang luas, ada begitu banyak kekayaan alam yang dilimpahkan negeri ini, termasuk kekayaan alam perairannya.

Di Indonesia, kegiatan usaha budidaya perikanan tambak semakin banyak digemari pelaku usaha dan dianggap sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Saat ini tangkapan ikan laut semakin berkurang akibat kegiatan overfishing sehingga perikanan tambak dianggap sebagai pengganti paling potensial.

Ada banyak jenis ikan tambak yang bisa dijadikan ladang bisnis masyarakat, beberapa diantaranya ialah ikan lele, ikan mas, ikan gurame, ikan nila, bandeng, dan terutama udang yang dianggap penambakan perikanan yang paling menguntungkan saat ini. Permintaan pasar untuk perikanan tambak juga tumbuh kian besar sehingga semakin menggairahkan usaha budidaya ikan tambak untuk melakukan yang terbaik.

Perkembangan dan peningkatan produktivitas perikanan tambak terus diupayakan untuk memberikan yang terbaik. Tidak hanya untuk meningkatkan penghasilan dari budidaya perikanan tambak para pelaku usaha, melainkan juga untuk membantu meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia menuju arah yang lebih baik lagi.

5 Alasan Kenapa Indonesia Harus Mulai Fokus Mengembangkan Sektor Agroindustri

Bayang-bayang krisis ekonomi di era tahun 1998, seharusnya membuat Indonesia lebih mawas diri dan belajar banyak hal tentang bagaimana membangun suatu sistem perekonomian yang mumpuni. Waktu telah menunjukkan bahwa industri yang mengandalkan teknologi tinggi dan bergantung pada bahan-bahan import keadaannya sangat rapuh. Pada krisis 1998 perlahan industri-industri tersebut gulung tikar sehingga menimbulkan pengangguran tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang negatif. Keadaan sebaliknya terjadi pada industri yang berbasis sumber daya alam, investasi padat karya, tidak tergantung impor dan tidak menggunakan hutang luar negeri. Industri ini masih hidup serta berkembang dan menghasilkan pertumbuhan yang positif meskipun kecil. Sektor tersebut adalah agroindustri (industri pertanian).

Prospek Perkembangan Sektor Agroindustri di Indonesia
Seperti sebutannya, Agroindustri atau Industri pertanian adalah sebuah industri yang mengolah bahan-bahan hasil pertanian menjadi bahan-bahan siap pakai dan bahan-bahan setengah jadi, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Contoh dari produk agroindustri yaitu, sabun, minyak goreng, mie instan, kopi, teh, gula, yogurt, nata de coco dan masih banyak lagi.

Agroindustri sendiri dibedakan menjadi dua bagian, yaitu agroindustri hulu dan agroindustri hilir. Berbagai jenis mesin, bahan baku dan peralatan industri pertanian seperti penggiling padi, traktor dll. termasuk sebagai agroindustri hulu, sedangkan agroindustri hilir meliputi penanganan pasca panen, industri pengolahan makanan dan minuman, industri agrowisata, industri biofarma, industri pengolahan hasil samping dan industri bioenergi.

Di Indonesia sendiri sektor agroindustri mempunyai peluang untuk dapat dikembangkan lebih luas. Sebagai negara agraris dan maritim sumber bahan baku seperti ketela pohon, sagu, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman perkebunan, ikan laut dan hasil hutan mempunyai potensi berlimpah, ditambah lagi dengan fakta bahwa sebagian besar penduduk kita memiliki mata pencaharian di sektor pertanian.

Kandungan bahan baku agroindustri yang berasal dari impor juga relatif rendah, usaha agroindustri Indonesia terutama sektor pertanian mempunyai keunggulan komparatif. Di era perdagangan bebas nanti tidak akan ada lagi restriksi terutama restriksi non tarif sehingga pengembangan pasar ke luar negeri mempunyai peluang yang sangat besar. Alasan itulah kenapa seharusnya pemerintah Indonesia harus mulai fokus untuk mengembangkan sektor agroindustri, alasan ini secara aktual dan faktual didukung oleh fakta-fakta sebagai berikut:

1. Pengembangan Sistem Agroindustri di Indonesia Sudah Menjadi Sebuah Keputusan Politik.
Rakyat melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah memberi arah pembangunan ekonomi sebagaimana dimuat dalam GBHN 1999-2004 yang mengamanatkan pembangunan keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara agraris dan maritim. Arahan GBHN tersebut tidak lain adalah pembangunan dan penguatan sistem berbasis agroindustri.

2. Pembangunan Sistem Agroindustri Juga Searah Dengan Amanat Konstitusi
Konstitusi yang mendukung pembangunan sistem agroindustri yaitu ada pada Undang-undang No. 22 tahun 1999, Undang-undang No. 25 tahun 1999 dan PP 25 tahun 2000 tentang pelaksanaan Otonomi Daaerah. Dari segi ekonomi, esensi otonomi daerah adalah mempercepat pembangunan ekonomi daerah dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia di setiap daerah, yang tidak lain adalah sumber daya di bidang pertanian.
Selain itu, pada saat ini hampir seluruh daerah struktur perekonomiannya (pembentukan PDRB, penyerapan tenaga kerja, kesempatan berusaha, eskpor) sebagian besar (sekitar 80 persen) disumbang oleh agroindustri (agribinsis).

3. Indonesia Memiliki Keunggulan Komparatif (comparative advantage) Dalam Agroindustri
Kita memiliki kekayaan keragaman hayati (biodivercity) daratan dan perairan yang terbesar di dunia, lahan yang relatif luas dan subur. Dari kekayaan sumber daya yang kita miliki hampir tidak terbatas produk-produk agroindustri yang dapat dihasilkan dari bumi Indonesia. Selain itu, Indonesia saat ini memiliki sumber daya manusia (SDM) agroindustri, modal sosial (kelembagaan petani, local wisdom, indegenous technologies) yang kuat dan infrastruktur agroindustri atau agribisnis yang relatif lengkap untuk membangun sistem agroindustri.

4. Pembangunan Sistem Agroindustri Tidak Memerlukan Impor dan Hutang Luar Negeri
Seperti yang kita ketahui hutang pinjaman Indonesia ke luar negeri sudah semakin menumpuk, akan semakin berat jika kita terus memaksakan untuk alih teknologi dan membangun pabik-pabrik dengan bahan baku import. Pembangunan sistem agroindustri atau agribisnis yang berbasis pada sumberdaya domestik (domestic resources based, high local content) adalah salah satu solusi tepat, karena tidak memerlukan impor dan pembiayaan eksternal (utang luar negeri) yang besar. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembangunan ke depan yang menghendaki tidak lagi menambah utang luar negeri karena utang luar negeri Indonesia yang sudah terlalu besar.

5. Dalam Menghadapi Persaingan Ekonomi Global, Indonesia Sulit Bersaing Pada Produk Yang Sudah Dikuasai Negara Maju
Bukan bermaksud pesimis, kita semua tahu dengan inovasi mobil listrik  karya anak bangsa yang digunakan Dahlan Iskan. Tetapi pada kenyataannya Indonesia sulit bersaing dalam industri otomotif, eletronika, dll dengan negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, China atau Amerika Serikat. Karena itu, kita harus memilih produk-produk yang memiliki kemungkinan besar Indonesia bisa memiliki keunggulan bersaing, di mana negara-negara maju tersebut kurang memiliki keunggulan pada produk-produk yang bersangkutan.

Sumber: http://www.agroindustri.org

Penerapan GMP Untuk Memproduksi Makanan Yang Baik

Apa itu Good Manufacturing Practices? GMP merupakan suatu pedoman atau prosedur yang menjelaskan bagaimana memproduksi makanan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi. Bisa dikatakan GMP ini merupakan tata cara untuk mengontrol kualitas produksi makanan yang dihasilkan yang dipakai dari suatu perusahaan. Sebuah perusahaan yang memproduksi makanan/produk olahan umumnya harus memenuhi standar Good Manufacturing Practices (GMP) ini jika ingin produknya semakin berkembang dan dipercaya oleh masyarakat maupun distributor.

Salah satu contoh nyata dari penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dari suatu perusahaan makanan bisa kita saksikan dalam Film “Top Secret aka. The Billionaire (2011)”. Sedikit bercerita di film tersebut ada seorang pemuda bernama TOP yang ingin menjadi pengusaha muda dengan berbisnis kuliner, dia adalah pencipta produk olahan rumput laut yang mungkin anda juga pernah memakannya. Produk dari pemuda tersebut saat ini sudah dijual di waralaba 7 Eleven di beberapa negara asia dan amerika.

Awalnya untuk bisa diterima sebagai salah satu produk yang dijual di 7 Eleven tempat produksi olahan rumput laut tersebut harus melalui survey dari GMP. Bisa dikatakan saat itu beberapa syarat sanitasi belum terpenuhi, dia berusaha keras agar bisa memenuhi standar GMP untuk pabriknya.

Bagaimana dengan tempat produksi produk anda, apakah sudah sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP)?

Good Manufacturing Practices Dalam Proses Produksi

Good Manufacturing Practices meliputi Cara Produksi Makanan yang Baik, Pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi makanan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi, Berisi penjelasan mengenai persyaratan minimum yang harus dipenuhi pada seluruh mata rantai makanan, mulai bahan baku sampai produk akhir, Umumnya menguraikan tentang kondisi yang bagaimana dan prosedur yang mana yang akan dipakai perusahaan

Setiap bab didalam pedoman Good Manufacturing Practices menjelaskan mengenai tujuan dan alasan yang berkaitan dengan kelayakan dan keamanan makanan yang diproduksi dan membantu jajaran manajemen untuk membangun sistem jaminan mutu yang baik

Hubungan Antara Sistem dalam Keamanan Pangan

BAGAN AGROINDUSTRI

Kegunaan penerapan GMP

Bagi pemerintah :

  • Melindungi konsumen dari penyakit atau kerugian yang diakibatkan oleh makanan yang tidak memenuhi persyaratan.
  • Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan makanan yang layak. Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan terhadap makanan yang diperdagangkan secara internasional.
  • Memberikan bahan acuan dalam  program pendidikan kesehatan dibidang makanan kepada industri dan konsumen.

Bagi industri :

  • Memproduksi dan menyediakan makanan yang aman dan layak bagi konsumen.
  • Memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada masyarakat untuk melindungi makanan terhadap kontaminasi dan kerusakan
  • Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap makanan yang diproduksi.

Untuk menghasilkan produk yang bermutu baik, GMP menetapkan:
•    Kriteria (istilah umum, persyaratan bangunan dan fasilitas lain)
•    Standar (spesifikasi bahan baku dan produk, komposisi produk)
•    Kondisi (parameter proses pengolahan)

Lingkungan dan lokasi, Bangunan dan fasilitas unit usaha, Fasilitas dan kegiatan sanitasi, Sistem, Pengendalian hama, Hygiene karyawan, Pengendalian proses, Manajemen pengawasan, Pencatatan dan dokumentasi, Lingkungan dan lokasi. Berikut penjelasan selengkapnya.

Lingkungan
> Lingkungan sarana pengolahan hrs terawat baik, bersih dan bebas sampah.
> Sistem pembuangan dan penanganan limbah cukup baik.
> Sistem saluran pembuangan air lancar.

Lokasi
> Terletak dibagian pinggir kota, tidak padat penduduk dan lebih rendah dr pemukiman.
>Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
> Bebas banjir, polusi asap, debu, bau, dan kontaminan lain.
>Bebas dr sarang hama spt hewan pengerat dan serangga.
>Tidak berada dekat industri logam dan kimia, pembuangan sampah atau limbah.

Bangunan dan fasilitas unit usaha
Desain Bangunan
– Desain, konstruksi dan tata ruang hrs sesuai dengan alur proses.
– Bangunan cukup luas dan dpt dilakukan pembersihan secara intensif.
– Terpisah antara ruang bersih dan ruang kotor.
– Lantai dan dinding dr bhn kedap air, kuat dan mudah dibersihkan, serta sudut pertemuannya berbentuk lengkung.

Fasilitas unit usaha
– Penerangan cukup, sesuai spesifikasi proses.
– Ventilasi baik memungkinkan udara mengalir dr ruang bersih ke ruang kotor.
– Sarana pencucian tangan dan kaki dilengkapi sabun dan pengering atau desinfektan.
– Gudang mudah dibersihkan, terjaga dr hama, pengaturan suhu dan kelembaban sesuai, penyimpanan sistem FIFO dilengkapi catatan.

Fasilitas dan kegiatan sanitasi
Program sanitasi meliputi :
> Sarana penyediaan air
> Sarana pembuangan air dan limbah
> Sarana pembersihan atau pencucian
> Sarana toilet/jamban
> Sarana hygiene karyawan

Sistem pengendalian hama

Pengawasan atas barang atau bahan yang masuk, Penerapan atau praktek hygienis yang baik, Menutup lubang dan saluran yg memungkinkan masuknya hama, Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, Mencegah hewan piaraan berkeliaran di lokasi unit usaha, Hygiene Karyawan, Persyaratan dan pemeriksaan rutin kesehatan karyawan

Persyaratan kebersihan karyawan
-Menjaga kebersihan badan
-Mengenakan pakaian kerja dan perlengkapannya
-Menutup luka
-Selalu mencuci tangan dengan sabun
-Melatih kebiasaan karyawan
-Pengendalian proses
-Pengendalian pre produksi

Persyaratan bahan baku, komposisi bahan, cara pengolahan bahan baku, persyaratan distribusi/transportasi, penyiapan produk sebelum dikonsumsi

  • Pengendalian proses produksi
  • Pengendalian pasca produksi

Jenis dan jumlah bahan yang digunakan produksi, bagan alir proses pengolahan, keterangan produk, penyimpanan produk, jenis kemasan, jenis produk pangan yang dihasilkan

  • Manajemen  Pengawasan

– Pengawasan terhadap jalannya proses produksi dan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang menurunkan mutu dan keamanan produk.
– Pengawasan rutin untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksi

  • Pencatatan dan Dokumentasi

-Berisi catatan tentang proses pengolahan , termasuk tanggal produksi dan kadaluarsa, distribusi dan penarikan produk karena kadaluarsa
-Dokumen yang baik akan meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk.

Pada akhirnya penerapan GMP atau Good Manufacturing Practices merupakan suatu kebutuhan pokok bagi suatu industri khususnya pada sektor Agroindustri, karena dengan sudah diterapkannya prosedur GMP maka dengan sendirinya sudah selangkah lebih maju dari kompetitor kita. Karena seperti yang kita ketahui masih banyak tempat produksi makanan di Indonesia yang belum memperhatikan standar Good Manufacturing Practices , seperti sanitasi, Higyene karyawan, mutu, dsb.

Maka ini menjadi salah satu peluang anda sebagai pelaku agroindustri untuk menjadikan produk anda siap bersaing dengan pasar global di era perdagangan bebas yang sebentar lagi dimulai.

Sumber: http://www.agroindustri.org

“Kopi Biji Salak” Inovasi Minuman Berkhasiat Khas Sleman

Limbah biji salak atau kentos yang biasa dibuang setelah menikmati daging buah salak ternyata saat ini mampu diolah dan menjadi sajian minuman khas dengan cita rasa kopi. Di Sleman Yogyakarta limbah biji salak yang biasanya dibuang mampu diolah dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang patut anda coba jika berkunjung ke Jogja. Olahan minuman berbahan dasar biji salak atau kentos ini memiliki cita rasa yang mirip dengan kopi arabika maupun robusta sehingga banyak yang menyebut produk ini dengan nama “Kopi biji salak”.

Olahan Kopi Biji Salak Pondoh Sleman

Siapa sangka salak pondoh yang terkenal karena rasanya yang manis itu juga menyimpan potensi baru dalam perkembangan produk agroindustri untuk meningkatkan perekonomian warga, salah satu bagian yang bisa diolah yaitu biji salak atau kentos. Bagian yang biasanya paling tidak diminati dan tidak bisa dikonsumsi ini sekarang menjadi suatu sajian yang menarik dan berkhasiat yakni “Kopi biji salak”. Dengan cita rasa yang khas kopi ditambah sedikit aroma buah salak segar membuat produk olahan ini cepat diterima oleh para pecinta kopi.

Ditambah khasiat dari kopi biji salak ini dipercaya mampu membantu pencernaan, menurunkan tensi, Asam Urat dan Anti Kanker Prostat. Selain keunikan karena bahan baku yang tidak biasa, kopi ini juga diklaim tidak membawa efek samping bagi penderita hipertensi, tentu dengan konsumsi dosis yang wajar. Bagi penderita hipertensi seringkali menghindari kopi karena efek dari kandungan kopi yang dapat meningkatkan detak jantung. Selain diklaim aman untuk penderita hipertensi,bagi yang memiliki asam urat juga bisa mencobanya.

Sebenarnya untuk manfaat kopi biji salak ini belum bisa dibuktikan dengan penelitian secara ilmiah. Karena penelitian secara ilmiah masih jarang dilakukan dan belum ada yang mempublikasikan secara resmi tentang kandungan zat gizi yang terdapat dalam biji salak. Dan minuman ini tentu bukan kopi yang sesungguhnya, tapi semacam minuman yang bisa disebut sebagai salah satu alternatif pengganti kopi, namun ide dan kreasi ini patut diapresiasi sebagai salah satu inovasi yang bisa bermanfaat dari segi ekonomi bagi warga lereng gunung Merapi yang sebagian besar memiliki kebun buah Salak yang mampu menghasilkan buah salak pondoh dengan kualitas baik.

Produk kopi biji salak ini bisa kita temui di kawasan lereng Merapi tepatnya di Desa Donokerto,Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta. Kopi yang dibuat murni dari biji salak tanpa tambahan bubuk kopi lainnya. Dan untuk hasil seduhannya tetap berwarna hitam layaknya kopi  Arabica atau Robusta pada umumnya, namun dengan aroma yang tidak terlalu tajam karena ada aroma salaknya serta rasa yang lebih lembut dibandingkan kopi pada umumnya. Hebatnya, buah salak yang manis juga membuat kita tidak perlu menambahkan gula yang terlalu banyak.

Ide pembuatan minuman ini berawal dari banyaknya limbah biji salak dari pengolahan makanan manisan, asinan atau produk lainnya yang menggunakan buah salak sebagi bahan bakunya. Dan dengan referensi yang di dapat dari berbagai sumber salah satunya internet maka terciptalah minuman kopi dari biji salak ini.

Proses Pembuatan Agroindustri Kopi Biji Salak

Proses pembuatannya bisa dibilang cukup mudah. Limbah dari olahan buah salak berupa biji ini dikumpulkan lalu dipilih biji yang sudah tua ditandai dengan warna biji yang hitam lalu dibersihkan dengan cara di cuci bersih dan dikeringkan. Kemudian layaknya membuat kopi biasa, biji salak kering juga disangrai hingga benar-benar matang sempurna tapi jangan sampai gosong. Selanjutnya biji salak yang sudah di sangrai digiling dengan grinder hingga menjadi serbuk lembut dan siap di kemas. Untuk membuat kopi biji salak ini setidaknya dibutuhkan 1 kilogram biji salak segar untuk membuat 1 ons serbuk kopi biji salak.

Kalau produk ini benar-benar di kembangkan dengan baik dan mendapat support dari pemerintah, ini tentunya akan menjadi sebuah produk ikonik buah tangan khas dari Kabupaten Sleman. Apabila produk ini berkembang untuk bahan baku juga tak perlu khawatir karena banyaknya perkebunan salak yang ada disekitarnya. Setidaknya produk unik ini juga sudah mulai dilirik oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman. Dan diharapkan dengan kopi biji salak ini akan menjadi nilai jual dalam bisnis perhotelan mereka. Sebuah suguhan yang menarik dan berkesan untuk tamu tentunya. Yang bisa memberikan kesan tersendiri untuk wisatawan untuk kembali lagi berkunjung.

Dengan munculnya kreasi minuman kopi biji salak ini semakin menambah idedan wawasan kita bahwa produk hasil pertanian sebagai bahan industri yang zero waste atau tanpa limbah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan.

Sumber: http://www.agroindustri.org