Udang

Siapa yang tak tahu udang?

Salah satu komoditi unggulan Indonesia adalah udang.  Saat ini Udang Vanamei menjadi penyumbang devisa yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.  

Budidaya udang Vanamei sendiri kini menjadi primadona dalam usaha budidaya udang. Walaupun ukurannya lebih kecil dibandingkan jenis udang lainnya, namun jenis udang yang satu ini dikenal mempunyai daya tahan yang lebih tinggi, dengan tingkat pertumbuhan yang tepat. Ini yang menjadi beberapa alasan mengapa banyak sekali pengusaha yang mulai melirik bisnis budidaya udang yang satu ini. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin terjun ke bisnis Vanamei:

Pemilihan bibit udang

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika melakukan budidaya udang Vanamei di tambak atau di kolam lainnya adalah elektif dalam memilih bibit udang Vanamei. Bibit udang tidak boleh memiliki luka, mempunyai insang, usus terlihat, mampu melawan arus, dan pastinya bentuk dan ukurannya seragam. 

Penebaran bibit dan pemeliharaan udang Vanamei

Penebaran bibit udang Vanamei dapat lakukan di siang hari. Namun sebelumnya, lakukan aklimitasi terlebih dahulu. Hal ini tentunya dilakukan agar bibit udang dapat beradaptasi dengan suhu kolam atau tambak.

Adaun proses aklimitasi ini, dapat dilakukan dengan merendam plastik yang berisi benur ke dalam air tambak. Berikutnya apungkan di air tambak selama 30 hingga 60 menit. Selanjutnya kantung plastik dapat dibuka, dan bibit udang dapat ditebarkan secara perlahan. 

Setelah proses penebaran dilakukan, setidaknya dalam waktu 7 hari ke depan, bibit udang, tidak perlu diberikan pakan. Alasannya karena pakan alami di dalam air tambak masih banyak. Setelah 1 minggu, Anda dapat memberikan pelet. Pelet yang dipilih pun harus mempunyai tingkat protein sekitar 30%, dari kadar pakan. Sedangkan frekuensi pemberian pakannya sendiri, dapat diberikan sekitar 3 hingga 4 x dalam 1 hari.  

Kualitas air tambak juga perlu diperhatikan, dalam pengelolaan tambak udang. Terjadinya perubahan warna pada kolam, tentunya memberikan ciri tersendiri yang harus diwaspadai, seperti kolam tambak berwarna hijau tua, hijau kecoklatan, hijau kebiruan, hijau pekat, dan yang lainnya.  

Terlihat mudah, namun dalam kenyataannya memelihara udang seperti memelihara bayi. Butuh perhatian yang paripurna, namun jika berhasil, hasilnya sangat memuaskan.

Berani mencoba?