Cengkeh

Cengkih, dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah kuncup bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia.

Pertumbuhan pohon cengkeh membutuhkan iklim tropis lembab atau subtropis dengan curah hujan sebesar 2.332 mm/tahun. Pohon cengkeh dapat ditanam pada daerah yang jauh dari laut dan memiliki ketinggian 0 – 1500 m diatas permukaan laut.

Pohon cengkeh dapat tumbuh optimum pada suhu di sekitar 20-30 derajat Celcius.  Pohon cengkeh ditumbuhkan baik secara vegetatif lewat stem batang maupun generatif lewat biji. Kultivasi cengkeh tidak disarankan dilakukan pada tanah berpasir. Biji cengkeh ditaruh diatas permukaan tanah dan dijaga kelembabannya. Cengkeh harus ditanam pada tanah yang memiliki pH 4,5-6, drainase yang baik,  dan tinggi kandungan senyawa organiknya.

Cengkeh dipropagasi dari biji cengkeh yang berasal dari buah cengkeh. Buah cengkeh biasanya tersedia di sekitar bulan Juni sampai Oktober. Ketika matang, buah cengkeh jatuh ke tanah secara alamiah. Setelah dikumpulkan, buah direndam dalam air semalam untuk mempermudah germinasi.

Media untuk germinasi biji berupa lapisan tanah setinggi  20 cm, lebar 1 meter, dan panjang yang sesuai. Media perkecambahan diisi dengan lapisan tanah setebal 8 cm. Kemudian biji ditanam sedalam 2 cm dengan jarak antar biji sekitar 3 cm.  Media perkecambahan harus dilindungi dari sinar matahari langsung. Germinasi biji terjadi setelah 15-60 hari inkubasi. Biji yang telah berkecambah kemudian dipindahkan ke media yang beirisi tanah, pasir, dan kompos dengan rasio 3:3:1. Kecambah cengkeh dapat dipindahkan ke lahan sesungguhnya setelah berusia 24 bulan.

Lahan yang sesuai untuk perkebunan cengkeh berupa lereng perbukitan, lembah dengan drainase baik dan tepian sungai. Area Lahan perkebunan cengkeh terlebih dahulu dibersihkan dari  semak dan rerumputan dan dibuat lubang berukuran 60 hingga 75 cm dengan jarak 6-7 meter antar lubang sebelum musim hujan.

Lubang-lubang sebagian diisi dengan tanah lapisan atas. Bibit ditransplantasikan ke lubang selama awal musim panas sekitar Juni-Juli, dan untuk daerah dataran rendah, menjelang akhir musim panas pada bulan September-Oktober. Saat umur 3-4 tahun, pohon cengkeh perlu disiram secara teratur dan penyiramannya tidak boleh berlebihan.

Pemupukan pohon cengkeh dapat dilakukan dengan 50 kg kompos dan  4 kg fish meal per tahun. Saat pohon cengkeh baru akan tumbuh, pupuk yang digunakan dapat berupa 40 g urea, 110 g superfosfast, & 80 g MOP/potassium sulfat. Setelah berumur 15 tahun, pohon cengkeh dapat diberi pupuk berupa 600 g urea, 1560 g superfosfat, & 1250 g MOP. 

Penyakit yang sering menyerang pohon cengkeh adalah layu bibit, busuk daun, & bercak daun, sedangkan hama yang sering menyerang pohon cengkeh adalah kutu putih.

Cengkeh baru dapat berproduksi pada umur 7 tahun. Setelah itu, produktivitasnya akan tinggi sejak berumur 10 tahun dan terus meningkat hingga berumur 30 tahun. Setelah berumur 30 tahun ke atas, cengkeh akan mengalami penurunan produktivitas. Tingginya produksi pada tahun tertentu biasanya diikuti oleh penurunan produksi pada 1-2 tahun berikutnya, akibat pola panen besar yang diikuti dua panen kecil.

Lumayan membutuhkan waktu bukan? Namun jika berhasil, cengkeh memberikan penghasilan yang luar biasa.

Sumber: id.wikipedia.org